Seiring kemajuan tren media sosial, mengubah budaya dan kebiasaan berkomunikasi dan bersosialiasi manusia, menimbulkan dampak positif seperti kita dengan mudah menyampaikan pendapat kepada pemerintah atau orang penting lainnya dengan cepat dan tidak perlu khawatir surat kita nyasar dimana. Juga menimbulkan dampak negatif seperti banyak oknum yang mencari uang dengan memanfaatkan berita bohong.

Tersebarnya banyak berita bohong atau hoaks ini telah terbukti banyak mengancam kesatuan dan persatuan bangsa kita tercinta ini dengan konten yang provokatif dan memicu kebencian. Dengan latar belakang keprihatinan ini, MPR RI mengajak para Netizen dari berbagai kota di Indonesia, salah satunya Kota Semarang, untuk berkumpul dan ngobrol bareng sekaligus mengingat kembali nilai-nilai pilar kebangsaan agar sebagai generasi muda yang nantinya akan menggantikan generasi pemimpin saat ini di masa depan agar lebih siap dengan karakter aslinya sebagai warga negara bangsa Indonesia dalam menghadapi arus global yang sudah tak terkendali ini.

20170916_100402

Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI ini menghadirkan 3 pembicara dari MPR RI yaitu Siti Fauziah SE, MM (Kepala Biro Humas MPR), Bambang Sadono, SH, MH. (Ketua Badan Pengkajian MPR) dan Ma’ruf Cahyono, SH, MH. (Sekertaris Jenderal MPR).

4 Pilar Kebangsaan
1. Pancasila
2. Bhinneka Tunggal Ika
3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia

Keempat pilar ini yang harus dijaga dan ditanamkan kepada penerus generasi karena dalam kehidupan ahberbangsa dan bernegara tanpa berpegang teguh pada dasar negara ini maka tidak akan terbentuk karakter bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai kehidupan bangsa Indonesia.

Bapak Ma'ruf juga menuturkan bahwa derasnya berita hoaks dan berita kebencian dengan berbagai macam latar belakang kepentingan memang sulit untuk dihindari, maka dari itu lah tanggung jawab kita bersama, MPR RI mengajak seluruh netizen untuk sama-sama “berperang” melawan berita negatif dengan cara mengangkat berita positif secara kontinyu. Agar keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga, sehingga kita bisa meneruskan estafet kehidupan yang lebih baik bagi generasi-generasi selanjutnya.

Kan ga enak kalo kita terlanjur kecanduan berita hoaks, kitanya yang “tercuci” otaknya, tapi mereka yang menyebarkan malah dapet duit dan kaya. Kan kezel bats gua.

Nah sekarang, sampai kapan mau skeptis sama pemerintah kalo mereka aja sudah mulai membuka diri untuk kita muda yang berani dan aktif untuk kemajuan Indonesia tercinta ?

HOAX, NO! SARA, NO! PRESTASI, YES!