Karena pagi ini saya sarapan martabak telur mini, atau kalo saya sebutnya tepung onclang karena literally tepung yang isinya full daun bawang atau onclang dengan sedikit telur hahaha. Tapi jangan salah ini udah beneran kenyang kok dan hampir tiap pagi saya sarapan ini. 

Karena pagi ini saya sarapan martabak telur mini (yah diulangi lagi). saya kepikiran kok makanan ini bisa dinamai martabak gimana ya? Apakah dulu yang jualan namanya pak mar tabak? Atau pak marta jualannya di bak? Atau gimana sih hahaha. Kenapa ada martabak telur dan martabak manis? Apakah mereka lahir dari rahim histori yang sama? Atau jadi sodara ketemu gede? Nah setelah menelusuri di beberapa situs, saya menemukan cerita menarik soal makanan ini. 

Jadi nama Martabak bukan berasal dari pak Marta jualannya di bak ya. Martabak berasal dari bahasa Arab "Mutabbaq" yang artinya dilipat.

Berasal dari Rahim Histori yang Berbeda 

Meskipun sama-sama bernama martabak, ternyata martabak telur dan martabak manis punya sejarah yang berbeda, udah beneran kayak sodara ketemu gede. 

Menurut berbagai sumber, martabak telur ini digagas pada tahun 1930 oleh pemuda asal Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah bernama Ahmad bin Abdul Karim yang merantau ke Kota Semarang untuk berdagang. Kemudian di Semarang Ahmad berkenalan dengan seorang warga asal India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak. Kemudian saat berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Tegal, Abdullah mengenalkan makanan yang berasal dari terigu yang ia sebut "Murtabbaq" yang dimodifikasi dan disesuaikan selera lidah orang sekitar. 

Karena keluarga dan tetangga Ahmad menyukainya, maka mereka diajari untuk membuat Murtabaq yang akhirnya pelafalannya menjadi Martabak. Awalnya martabak terkenal di Lebaksiu, Tegal. Bahkan diperkenalkan juga di acara dugderan Semarang dan sekatenan Yogyakarta. Namun kini martabak menjadi makanan favorit masyarakat di Indonesia. 

Beda cerita dengan Martabak Manis. Nama asli sebenarnya adalah Hok Lo Pan yang berarti Kue orang Hok Lo. Makanan ini berasal dari Bangka Belitung, awalnya kue ini hanya bertopingkan gula dan wijen sangrai. 

Karena banyak yang suka, lama-lama makanan ini semakin terkenal hingga ke luar daerah Bangka Belitung. 

Diluar Bangka, sebutan tiap daerah pun berbeda. Di Bandung, orang menyebutnya dengan Kue Terang Bulan. Di Semarang, orang menyebutnya Kue Bandung. Di Pontianak, orang menyebutnya Apam Pinang. Di daerah Timur Indonesia, orang menyebitnya Kue Bulan. Nah di Jakarta sendiri karena bahan pembuatnya sama dengan Martabak telur yaitu terigu, orang menyebutnya dengan Martabak Manis. 

Semakin lama, karena bahan pembuatan kedua makanan ini sama-sama berasal dari terigu, Maka semakin lama orang menjual martabak menjadi selalu menjual keduanya, yaitu Martabak Telur dan Martabak Manis. 

Seru juga ya ternyata cerita asal muasal kedua makanan ini. Meskipun berbeda tapi tetap dijual di gerobak yang sama. Dan rasanya memang ga pernah ada matinya. Bahkan sekarang lebih banyak variasi martabak seperti green tea, red velvet dan ada toping yang lebih beragam. 

Jadi kepikiran mau ikut jualan martabak deh, hehehe.