Sejak bulan Oktober 2021 kemarin, aku terpilih jadi pengisi suara IVR atau biasanya dikenal dengan suara menu call center.

Aku udah pernah cerita di instagram, jadi dulu waktu aku masih kecil, aku seneng banget mainan telepon rumah, trus suka niruin ala-ala, suka baca-baca yellow pages. Usia sekolah sukanya nelponin call center, inget banget waktu itu pake operator kuning, trus aku telpon call center dengan bahasa yang soksokan dewasa "Pak, saya mau tanya, untuk pendaftaran layanan abcd prosedurnya gimana ya?".

Lah sekarang jadi pengisi suaranya beneran hahaha XD

Apa itu IVR ?

IVR (Interactive Voice Response) atau Respon suara interaktif adalah teknologi yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan sistem telepon yang dioperasikan komputer melalui penggunaan input suara dan nada DTMF melalui keypad.

IVR termasuk dalam teknologi Computer Telephony Integration. IVR adalah sebuah teknologi untuk otomatisasi inbound calls dengan memungkinkan perusahaan berinteraksi dengan pelanggan melalui pre recorded voice message dengan DTMF input menggunakan keypad. Sistem IVR berinteraksi dengan penelepon, mengumpulkan informasi yang penting dan menyalurkan panggilan ke agen yang sesuai.

Gimana ceritanya?

Awalnya ada waprian dari atasan tentang pengumuman dicari IVR talent untuk layanan. Trus aku merasa tertantang buat ikut trus aku list namaku. Sejam kemudian peserta seleksi di briefing untuk kirim sample voice dengan script yang diberikan.

Selama 2 - 3 jam sambil kerja aku latihan sendiri buat intonasi dan artikulasinya, aku pilih yang terbaik lalu kukirim dan nanti akan dipilih oleh supervisor suara mana yang cocok untuk mengisi suara IVR.

Esoknya dikantor, tiba-tiba team leader saat itu mas Riza datang ke workdeskku salamin aku sambil bilang "Ciyee selamat ya kepilih IVR", kaget dong aku mlongo parah ga percaya!

Beberapa menit kemudian aku di chat ini sama team leader dedicated :

Gilasih bener-bener ga nyangka bisa kepilih! Berasa kayak kado ultah terbaik! Seneng banget bisa berkontribusi lebih banyak ke perusahaan dan perusahaan pun percaya dan mengapresiasi kemampuanku. 


Esoknya aku langsung diarahkan untuk recording sesuai script yang diberikan. Karena perubahan menu pada IVR ini dilakukan secara bertahap, sehingga recordingnya pun bertahap juga, dimulai dari anak menu yang paling kecil, hingga sapaan saat hold. Engga hanya untuk script bahasa indonesia saja tapi juga untuk script english.


Hingga tulisan ini dirilis sudah 3 tahap aku melaksanakan recording. Dan proses take voice pun ngga mudah gaes, engga asal "ngono tok" engga asal ngomong. Aku harus memperhatikan device yang digunakan, latihan pernafasan, intonasi, artikulasi dan menjaga mood saat recording juga saat editing dan revisinya. Mungkin hanya 3 menu saja tapi proses take hingga selesai revisi bisa memakan waktu 3 jam.

Selama take suara, aku di-direct langsung sama mas dan teteh supervisor secara bergantian, bersyukur mereka sabar banget direct aku yang kadang moodnya naik turun. Memang dalam proses ini harus ada workshop/latihan dan directing ketika ambil suara. Sueruuuu poool!

Aku sempat sedikit mendokumentasikan proses dan hasilnya, bisa kalian nikmati di video berikut (jangan lupa subscribe ya! hehe)

Sekian ceritaku kali ini, nanti jika ada update cerita tentang pengalaman voice ku yang lain akan aku update di post lain. Terima kasih sudah mampir!